Dikisahkan ada dua anak yang bersahabat. Mereka ibarat surat dan perangko yang tidak dapat dipisahkan oleh apapun termasuk ruang dan waktu. Dimana ada Caca di situ pasti ada Risma. Begitu pula sebaliknya. Saat mereka sedang berjalan-jalan, Risma ingin memberi tahu pada Caca bahwa ia akan pindah ke kota Lampung karena harus merawat neneknya yang sakit-sakitan. Caca tampak sedih mendengarnya. Caca tak ingin sahabatnya Risma pergi begitu saja. Namun, Risma berjanji akan selalu mengabari keadaannya di Lampung. Dengan ini Caca tidak perlu sedih lagi. Beberapa hari kemudian, Risma datang ke rumah Caca. Ia membawa dua buah liontin yang kembar. Liontin itu satu untuk Caca dan satu untuk dirinya. Liontin itu untuk kenang-kenangan saat dia pindah. Caca pun langsung memeluk Risma dan menangis haru. Seiring berjalannya waktu, Caca dan Risma saling berkiriman surat. Walaupun jarak memisahkan mereka, persahabatan mereka tidak pernah putus. Hingga pada suatu saat, Caca menemukan sebuah k...