Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

Surat Tak Berperangko

Dikisahkan ada dua anak yang bersahabat. Mereka ibarat surat dan perangko yang tidak dapat dipisahkan oleh apapun termasuk ruang dan waktu. Dimana ada Caca di situ pasti ada Risma. Begitu pula sebaliknya. Saat mereka sedang berjalan-jalan, Risma ingin memberi tahu pada Caca bahwa ia akan pindah ke kota Lampung karena harus merawat neneknya yang sakit-sakitan. Caca tampak sedih mendengarnya. Caca tak ingin sahabatnya Risma pergi begitu saja. Namun, Risma berjanji akan selalu mengabari keadaannya di Lampung. Dengan ini Caca tidak perlu sedih lagi. Beberapa hari kemudian, Risma datang ke rumah Caca. Ia membawa dua buah liontin yang kembar. Liontin itu satu untuk Caca dan satu untuk dirinya. Liontin itu untuk kenang-kenangan saat dia pindah. Caca pun langsung memeluk Risma dan menangis haru. Seiring berjalannya waktu, Caca dan Risma saling berkiriman surat. Walaupun jarak memisahkan mereka, persahabatan mereka tidak pernah putus. Hingga pada suatu saat, Caca menemukan sebuah k...

Dua Ribu Tiga

P ada suatu hari, Asep pergi ke warung dekat rumahnya. Dia pergi ke warung tersebut untuk membeli    makanan. Lalu, ia memasuki warung tersebut. Dia lalu melihat-lihat jenis-jenis makanan. Kemudian ia bertanya pada ibu pemilik warung. “Bu tempenya berapa ya?” Tanya Asep “Ooh, itu satu seribu.” Jawab ibu pemilik warung itu. “ Kalau bakwannya berapa,bu?” Tanya Asep lagi. “Bakwannya dua ribu tiga.” Jawab ibu pemilik warung itu. “Wah,berarti sudah basi dong,bu.” Ujar si Asep. “Enak saja,ini baru saya goreng.” Ujar ibu pemilik warung tersebut. Ia tidak terima makanannya disebut basi. “Loh, tadi ibu bilang kalau bakwannya dua ribu tiga, sekarang kan sudah 2015,bu.” Jawab Asep polos. “Haduhh!” Ibu pemilik warung itu langsung   menepuk jidatnya sendiri. TAMAT   Halo sobat pembaca SPENSTAR! Ketemu lagi di edisi ke 28! ! seperti biasa, di kolomi ini, kami akan ...