Hampir 2 tahun pelaksanan PJJ
dikarenakan wabah Covid 19, PJJ pertama dilaksanakan di semester 2 tahun
pelajaran 2019/2020, dan PJJ kedua dilaksanakan mulai awal semester 1 tahun
pelajaran 2020/2021. Dan PJJ ke-3 sudah dimulai dari awal tahun pelajaran
2021/2022 ini. Dalam PJJ pertama banyak permasalahan yang dihadapi siswa, guru
maupun orang tua. Salah satu hal yang dihadapi bersama adalah tersedianya
sarana prasarana pendukung, seperti Handphone yang sangat dibutuhkan dalam PJJ.
Sehingga ada beberapa hal yang penulis
siapkan dalam menghadapi PJJ ke-2, seperti membuat beberapa rekaman video
simulasi pembelajaran, membuat materi dalam bentuk powerpoint, membuat kelas
maya baik melalui WAgroup maupun GoogleClasRoom dan membuat survey kesiapan
PJJ.
Persiapan awal adalah pembuatan wagrup
per kelas, dari 13 kelas yang penulis ampu, 9 rombel untuk kelas 7 dan 4 rombel
untuk kelas 8, semua anak di kelas tersebut memiliki fasilitas Handphone yang
dapat digunakan dalam pelaksanaan PJJ, hal ini dapat dibuktikan berdasarkan
keikutsertaan semua siswa dalam wagrup kelas.
Di pertemuan awal PJJ semester 1, penulis
telah menyiapkan beberapa rekaman video simulasi dalam bentuk MP4, yaitu video
simulasi mengisi presensi melalui Zoho, video simulasi join ke GoogleClassRoom,
video simulasi mengirimkan tugas ke GoogleClassRoom, dan video simulasi
mengerjakan soal latihan menggunakan GoogleForm untuk membantu siswa dalam
menghadapi PJJ.
Selain itu , pada tanggal 18 Juli 2020 penulis melaksanakan
survey untuk mengetahui kesiapan siswa menghadapi PJJ. Survey tersebut dibuat
menggunakan aplikasi GoogleForm, yang diberi nama “Survey Akses Internet”, ada
beberapa permasalahan yang menjadi titik focus penulis untuk mengetahui
persiapan PJJ tersebut dari sisi siswa /orang tua, permasalahan-permasalahan
tersebut penulis tuangan dalam beberapa
pertanyaan yang wajib dijawab oleh siswa, diantaranya :
1. Apakah punya HP sendiri? (bukan milik
orang tua),
2. Apakah selalu bisa akses internet
setiap saat?,
3. Jika tidak memiliki HP sendiri, pukul
berapa bisa akses internet?,
4. Dengan siapa sajakah kalian berbagi
menggunakan HP?
5. Aplikasi apa sajakah yang sudah bisa
kalian akses?
6. Apakah setiap saat selalu memiliki
pulsa internet?
7. Usulan / saran
Dari total 421 siswa yang penulis ampu ada
336 atau 79,81% siswa yang mengisi
survey dan 85 anak atau 20,19% tidak mengisi survey.
Berdasarkan hasil survey tersebut untuk
semester 1 di tahun pelajaran 2020/2021 ini , tidak semua siswa memiliki
Handphone pribadi, ada 23 atau 6,85% siswa menggunakan Handphone orang tua /
anggota keluarga lainnya. Permasalahan kedua, ada 49 atau 14,58% siswa yang tidak terkoneksi internet setiap
saat. Permasaahan ketiga, ada 100 atau 29.76% siswa yang bisa mengakses
internet di luar jadwal pelajaran. Permasalahan keempat, ada 59 atau 17,56%
anak berbagi penggunaan HP dengan anggota keluarga lainnya.
Permasalahan kelima, ada 32 atau 9,52%
anak yang hanya bisa mengakses wa. Sedangkan 304 atau 90,48% anak dapat
mengakses semua aplikasi simulasi yang diujicobakan seperti Zoho, GoogleForm
dan GoogleClassRoom. Permasalahan keenam yang timbul di PJJ yaitu tidak setiap
saat memiliki pulsa internet, sebanyak 106 atau 31,55% siswa tidak selalu
memiliki pulsa internet.
Selain itu, penulis memberi pertanyaan
tambahan berupa usulan / saran, sebanyak 216 atau 64,29% siswa memberikan
usulan / saran, diantaranya guru memberikan tenggang waktu dalam penyelesaian
tugas dikarenakan beberapa kendala seperti sinyal internet yang kurang
mendukung, kuota internet yang terkadang tidak ada, tidak setiap saat
terkoneksi internet, ada juga siswa yang satu sekolah dengan kakaknya dan
menggunakan HP bersama. Kemudian banyak siswa yang mengusulkan adanya bantuan
kuota, yang Alhamdulillah telah direalisasi oleh pemerintah melalui Departemen
Pendidikan.
Ada
siswa yang menyarankan menggunakan Zoom tetapi ada juga yang menyarankan tidak
menggunakan Zoom, karena akan membuang kuota yang banyak. Saran lain yang
banyak disampaikan yaitu pembelajaran daring lewat wa saja,yang bisa diakses
semua siswa. Ada juga beberapa siswa yang mengusulkan untuk pemberian materi
pembelajaran lewat video namun jangan lewat Youtube. Pemberian tugas jangan
terlalu banyak dan berat, dengan memperhatikan kondisi psikologis siswa.
Selain itu ada beberapa usulan / saran
dari siswa untuk memfasilitasi siswa-siswa yang terganggu akses internetnya,
berupa pembelajaran tatap muka atau luring.
Dari hasil survey dan beberapa usulan /
saran dari siswa, maka penulis memikirkan untuk memberikan materi pembelajaran
melalui banyak aplikasi, dan membebaskan siswa untuk memilih aplikasi
pembelajaran sesuai yang bisa diaksesnya. Pertimbangan penulis untuk memberikan
kemudahan kepada siswa yang mempunyai permasalahan yag berbeda-beda.
Untuk tahun ini penulis tidak membuat
survey akses internet, karena penulis rasa masih relevan menggunakan hasil
survey tahun kemarin untuk digunakan dalam persiapan Pembelajaran Jarak Jauh.
Pada pelaksanaan PJJ tahun kemarin,
penulis telah mencoba beberapa aplikasi diantaranya untuk menyampaikan materi menggunakan
perekam layar dengan aplikasi ScreenCastOmatic dan XRecorder yang akan disimpan
dalam bentuk video MP4 yang cenderung ringan dan bisa dibuka sewaktu-waktu,
sehingga memberikan kemudahan bagi anak-anak yang hanya bisa mengakses internet
di sore/malam hari karena penggunaan HP yang bersamaan dengan anggota keluarga
lainnya. Sekali-kali menggunakan Book Creator, GreenBoard, BlackBoard, dan
VideoScribe Sparkol agar anak-anak tidak bosan. Namun penulis tetap
mempersiapkan materi dalam bentuk Powerpoint, untuk melayani siswa yang tidak
menggunakan aplikasi sebelumnya karena keterbatasan fasilitas Hp yang mereka
miliki. Bahkan penulis akan melayani jika ada siswa yang masih kesulitan
mengakses semua aplikasi di atas dengan memberikan ScreenShoot Powerpoint.
Aplikasi lain yang penulis gunakan untuk
latihan soal, mengumpulan tugas, mengupload materi, mengupload rekaman MP4 dan
presensi diantaranya GoogleClassRoom, GoogleForm, Zoho, GoogleSites dan Channel
Youtube yang penulis miliki. Bahkan untuk soal online, jika ada siswa yang
kesulitan mengakses aplikasi tersebut, penulis tetap menyiapkan soal dalam
bentuk Microsoft Word, bahkan jika ada siswa yang masih terkendala, penulis
akan melayaninya dengan mengirimkan soal dalam bentuk gambar ScreenShoot.
Selain memikirkan beberapa aplikasi yang
mungkin dapat penulis gunakan, penulis juga menerapkan bahwa dalam setiap
pertemuan tetap diberikan materi tetapi tidak harus diberikan tugas. Sebagai
pertimbangan agar tidak terlalu memberatkan siswa, juga jumlah tugas yang tidak
banyak, misalkan dalam soal latihan online 5-10 soal saja, bahan untuk soal
yang perlu diuraikan cukup hanya 1 soal saja. Atau terkadang penulis
menerapkan, dalam beberapa pertemuan hanya untuk 1 tugas soal uraian, dengan
pelaksanaan, untuk anak yang telah menjawab dipertemuan sebelumnya tidak perlu
menjawab soal di pertemuan selanjutnya, cukup mengamati dan mempelajari jawaban
dari teman lainnya.
Dalam
pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh tahun ini, penulis masih menggunakan
beberapa aplikasi yang penulis pakai pada tahun sebelumnya, dan kemungkinan ada
rencana untuk mempelajari aplikasi lain yang dirasa mendukung agar siswa tidak
merasa bosan. Penulis membebaskan siswa untuk mengakses materi dari salah satu
aplikasi yang telah penulis siapkan, menyesuaikan kemampuan Handphone yang
mereka miliki. Harapannya dengan memberikan beberapa pilihan, dapat memberikan
pelayanan kepada siswa dengan berbagai kemungkinan keadaan mereka.
Komentar
Posting Komentar